Sampah Pasar Caringin Jadi Briket dan Biotanol, Inovasi Ramah Lingkungan yang Diapresiasi

Pasar Induk Caringin, Bandung, kini menjadikan sampah bukan sekadar masalah, tapi juga potensi ekonomi. Pengelola pasar kini mengolah sampah secara mandiri dengan bantuan teknologi dari PT Solusindo Bio Teknologi (SBT), setelah sebelumnya sampah menumpuk akibat keterbatasan pengangkutan ke TPA Sarimukti.

Pengelola mengolah sampah organik seperti sayuran dan sisa makanan menjadi pakan ternak dan silase, mengolah residunya menjadi briket pengganti arang, serta memanfaatkan cairannya sebagai biotanol untuk bahan bakar. Mereka hanya membuang sisa yang benar-benar tidak dapat diolah ke TPA Sarimukti. Dengan sistem ini, satu shift pengolahan mampu menangani hingga 18 ton sampah sehari.

Inovasi ini juga melibatkan pedagang dengan mewajibkan mereka memilah sampah sejak dari sumbernya. Satgas khusus turun langsung untuk memberikan edukasi dan memastikan kebiasaan tersebut berjalan secara konsisten. Hasilnya, pasar kini lebih bersih, nyaman, dan tetap mendukung kegiatan ekonomi tradisional seperti lapak kaki lima.

Pengelola berharap keberhasilan ini bisa menjadi contoh pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus menguntungkan secara ekonomi, bahkan membuka peluang bagi pasar lain di Bandung untuk mengikuti jejak Pasar Caringin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *