Tren fesyen ankle pants kembali ramai digunakan anak muda di berbagai kota. Celana yang berhenti tepat di atas mata kaki ini awalnya populer karena gaya minimalis dan nyaman, namun kini mendapat perhatian lebih dari kalangan muslim karena bersinggungan dengan pembahasan lā isbāl — larangan memanjangkan pakaian melebihi mata kaki yang disebutkan dalam beberapa hadis.
Di sejumlah pusat perbelanjaan di Bandung, gerai pakaian menempatkan ankle pants sebagai salah satu produk utama. Modelnya bervariasi: potongan slim, bahan katun ringan, hingga versi cropped untuk tampilan lebih santai. Anak muda memilih celana ini karena dinilai praktis, mudah dipadukan, dan cocok untuk suasana kasual maupun semi-formal.
Di balik popularitasnya, muncul diskusi di ruang-ruang komunitas muslim mengenai relevansi tren tersebut dengan hadis tentang larangan isbāl. Dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad SAW menyampaikan agar seseorang tidak menjulurkan kain hingga melewati mata kaki, salah satunya terdapat pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menekankan bahwa menjulurkan pakaian dengan kesombongan adalah perbuatan tercela. Pada sebagian ulama, batas pakaian bagi pria dianjurkan untuk tidak melebihi mata kaki sebagai bentuk kerendahan hati dan kesederhanaan.
Fenomena ini membuat sebagian muslim melihat ankle pants sebagai tren fesyen yang secara tidak langsung selaras dengan anjuran agama, karena potongannya memang berada di atas mata kaki. Dalam beberapa forum diskusi daring, pengguna bahkan menyebut bahwa tren tersebut memudahkan mereka menjalankan ajaran Nabi tanpa harus terlihat “kuno” atau tidak mengikuti perkembangan fashion.
Namun sebagian lainnya menilai bahwa tren ini hanyalah perkembangan fesyen yang kebetulan sesuai dengan anjuran agama sehingga tidak perlu dilebih-lebihkan. Meski demikian, diskusi mengenai fesyen dan nilai religius ini dianggap wajar di tengah semakin besarnya perhatian kaum muda muslim terhadap gaya hidup yang sesuai prinsip syariat.
Dengan tren yang terus berkembang, ankle pants diprediksi tetap menjadi pilihan utama kalangan muda. Selain stylish, celana ini juga memicu percakapan baru mengenai bagaimana fesyen modern dan ajaran agama dapat berjalan beriringan tanpa saling bertentangan.










