Dikutip dari kemkes.go.id kanker menjadi penyebab kematian ketiga di Indonesia.
Pada tahun 2022 terdapat 408.661 kasus kanker dan total kematian akibat kanker
sebanyak 242.099. Jenis kanker yang paling sering tercatat yaitu kanker payudara,
kanker paru, kanker serviks, kanker kolorektal, dan kanker hati. Penanganan
terhadap kanker sendiri terbilang tidak mudah, kendala biaya menjadi hal yang
sering terjadi.
Untuk mencegah resiko kanker, berikut beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk
mencegah kanker dirangkum dari beberapa sumber.
- Olahraga rutin.
Olahraga dapat mempercepat metabolisme tubuh. Sehingga sel abnormal yang ada
tidak mendapatkan waktu untuk menyerap nutrisi yang masuk ke tubuh kita. - Hindari merokok dan zat karsinogenik lainnya.
Berhenti merokok juga dapat mengurangi resiko kanker. Sebab rokok memiliki
mandungan karsinogenik yang menyebabkan sel bermutasi.
Ada pula sumber karsinogenik lainnya seperti emisi kendaraan, asap rokok, alkohol,
sinar ultraviolet, pestisida, serta makanan atau minuman tertentu yang mengandung
pengawet dan aditif.
- Makan makanan sehat.
Memakan makanan sehat dapat mengurangi resiko kanker. Makanan seperti
sayuran dan buah-buahan mengandung banyak vitamin dan mineral. Kandugan
tersebut dapat mencegah inflamasi (peradangan) yang akan memicu kanker. - Deteksi dan lakukan pemeriksaan dini
Selain menerapkan gaya hidup sehat, untuk mencegah resiko kanker, bisa juga
dengan mendeteksi riwayat keluarga. Pasalnya, keturunan orang yang memiliki
riwayat kanker dapat mewarisi sel mutasi orang tua mereka. Meskipun begitu, kasus
kanker yang diakibatkan karena faktor keturunan sangat kecil, sekitar 5 – 10%.
Secara umum gaya hidup lah yang dapat menentukan seseorang beresiko tinggi
terkena kanker, entah itu untuk orang keturunan kanker atau tidak.
Setelah mendeteksi, lakukan pemeriksaan, bagi keturunan orang yang memiliki
riwayat kanker, bisa dengan pemeriksaan untuk jenis kanker yang sama dengan
riwayat orang tua. Untuk orang yang tidak mempunyai riwayat kanker keturunan,
bisa konsultasi dengan dokter mengenai resiko kanker. Atau bisa juga langsung
diperiksa secara keseluruhan.










