Bagi mahasiswa, TikTok bukan hanya aplikasi, tetapi juga wadah untuk menampilkan identitas,
kreativitas, hingga strategi personal branding. Namun di balik itu, muncul tantangan: bagaimana
tetap tampil trendi tanpa meninggalkan nilai kesopanan akademik.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya kecenderungan mahasiswa menyesuaikan gaya pakaian
mereka dengan tren yang viral di TikTok. Mulai dari baju, kerudung, celana atau rok. Ini
membuat diri kita menjadi lebih semangat untuk kuliah.
Dengan menggunakan outfit tertentu, mahasiswa juga memanfaatkan momen tersebut untuk
membuat konten terkait pakaian yang sedang mereka kenakan. Aktivitas ini menunjukkan bahwa
penggunaan TikTok di kalangan mahasiswa tidak hanya sebatas untuk scrolling dan menonton
konten hiburan.
Tetapi juga sebagai ruang produktif yang memungkinkan mereka menghasilkan karya sekaligus
memperoleh penghasilan melalui konten fashion. Mahasiswa dapat membangun personal
branding, bekerja sama dengan brand, hingga memperoleh keuntungan dari fitur monetisasi yang
disediakan platform tersebut.
Tiktok sekarang tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, melainkan juga wadah ekspresi diri
sekaligus bagian dari strategi ekonomi kreatif generasi muda. Bagi mahasiswa, berpakaian telah
bergeser dari sekadar urusan penampilan menjadi bentuk komunikasi digital yang
merepresentasikan nilai, gaya hidup, hingga aspirasi sosial mereka.










